Menghilangnya beberapa pulau dari peta belakangan ini bukan cuma kisah legenda saja. Gara-gara mencairnya daerah kutub, abrasi air laut karena penambangan liar, atau bencana alam seperti tsunami, membuat pulau-pulau ini tidak terlihat lagi dalam peta. Dapat terjadi juga, Jakarta tidak mempunyai lagi daerah pesisir, bahkan turut tenggelam.
Kalau ditinjau lagi, maka akan muncul di benak kita pertanyaan “apa sih yang terjadi dengan bumi kita?”. Hilangnya pulau-pulau kecil di bumi hanyalah salah satu dampak dari global warming. Pastinya kata global warming sudah tidak asing dan bahkan saya yakin di antara pembaca telah mengerti dampak buruknya bagi manusia dan bumi. Nah, di artikel ini Anda akan semakin mengetahui kenapa pulau-pulau di bumi menghilang dan apa yang bisa kita lakukan untuk bumi kita.
Menghilangnya pulau-pulau di bumi telah mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan ilmuwan. Seperti berdasarkan penelitian para ilmuwan yang tergabung dalam Inter-Governmental on Climate Change (IPCC), para ilmuwan tersebut menemukan fakta bahwa selama tahun 1990-2005 suhu bumi sudah meningkat sebanyak 0,15-0,3 derajat Celsius! Wah,kebayang kan gimana panasnya bumi beberapa tahun mendatang jika hal ini terus terjadi, karena menurut perkiraan IPCC, sampai tahun 2050 atau 2070 nanti, suhu bumi akan terus meningkat hingga 2-4,2 derajat Celsius. Dan hal ini tentu saja akan berdampak ke kita dan bumi tercinta karena terjadinya pemanasan bumi akan mengakibatkan permukaan laut akan terus meninggi 1 meter di akhir abad ini.
Selain para ilmuwan dari IPCC,menurut Profesor Kenneth G. Miller dari The State University of New Jersey ditemukan fakta bahwa sejak tahun 1850, permukaan air laut itu sekarang naik sekitar 2 milimeter per tahun. Sedangkan 150 tahun lalu dan beberapa ribu tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan air laut itu hanya sekitar 1 milimeter per tahun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut pak Profesor Kenneth G. Miller hal ini disebabkan meluasnya penggunaan bahan bakar dan makin banyaknya efek gas rumah kaca.
Akibat dari terus meningginya permukaan air laut itu mengundang reaksi dari berbagai pihak yang ingin membuktikan kebenarannnya , hingga akhirnya dilakukan penelitian oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang akhirnya menemukan bahwa terdapat 42 negara pulau kecil yang tergabung dalam Small Island Developing States (SIDS) terancam tenggelam. Negara-negara ini berada dan tersebar di perairan Afrika, Asia, Pasifik, Karibia, dan Mediterania. Kemudian fakta baru yang mengejutkan adalah kalau air laut naik 50 cm saja, kepulauan Maladewa di Samudera Hindia dan 60 % bagian Pulau Grenada di Karibia akan tenggelam. Sedangkan di dekat negara kita, Papua Nugini sejak sekarang sudah kehilangan 25 % garis pantainya karena terendam air laut.
Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi termasuk laut di seputar Indonesia‚ terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
Nah, jika kita sudah mengetahui fakta yang terjadi maka yang dapat kita lakukan adalah berusaha mencegah bertambah hilangnya pulau-pulau kecil di bumi ini. Hal yang dapat kita lakukan tentu saja mencegah global warming terus berlanjut, sebab dengan global warming es-es di kutub bumi akan meleleh dan menenggelamkan pulau-pulau kecil tersebut. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita sangatlah mudah dan kamu bisa melakukannya sekarang juga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar