27/11/11

Kamera Mini Pemindai Operasi

Endoskopi telah menjadi kemajuan yang bermanfaat dalam tahun-tahun terakhir. Kamera berukuran mikro yang ditempatkan pada ujung alat endoskopi dapat menyuplai gambar dari dalam tubuh manusia dengan resolusi ketajaman yang tinggi. Kamera kadang memindai keberadaan tumor ataupun jenis keganasan lainnya. Meski demikian terdapat pula kekurangan dari prosedur endoskopi ini. Ongkosnya yang masih mahal karena rumitnya alat endoskopi serta prosedur pembersihan yang rumit, setiap kali sesudah digunakan.
Masalah ini mungkin dapat diatasi dengan kehadiran kamera mikro yang tengah dikembangkan oleh Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration (IZM) di Berlin, dan Awaiba GmbH. Salah seorang peneliti Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration, Martin Wilke menyatakan, "Kami dapat menghasikan kamera mikro yang tidak mahal dengan teknologi kami dan membuat dokter memakainya hanya sekali setelah digunakan pda pasien."
Sistem kamera digital umumnya terdiri dari dua komponen, yakni lensa dan sensor yang mengirimkan gambar menjadi sinyal elektrik. Kontak elektrik pada sensor membolehkan akses infomasi gambar. Kontak elektrik ini ditempatkan di antara sensor dan lensa. Sensor akan dibuat bersamaan dalam jumlah besar seperti chip computer.
Martin Wilke menyatakan, "Anda harus berpikir tentang buku yang penuh dengan perangko dimana kebanyakan ribuan perangko dicetak dalam satu langkah. Tetapi jika kamu akan menggunakannya maka akan dipisahkan satu sama lain. Demikian pula dengan selembar kertas dengan sensor gambar pada keping lingkaran silikon yang dikenal sebagai wafer. Sekitar 28 ribu sensor gambar dapat dimuat ke dalam satu wafer. Satu sama lainnya gambar dapat dipisahkan atau menyatu, terhubung dengan kabel dan dipasangkan pada lensa.
Para peneliti di Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration memberi perhatian pada proses ini dengan mengembangkan banyak cara untuk mengakses kontak elektrik. Kini proses penerusan info via kabel berlangsung lebih cepat dan pada sistem kamera yang lebih kecil. Trik-nya ada pada fakta bahwa info gambar tidak dapat mencapai kontak sensor gambar individual lewat sisi manapun kecuali bersamaan dengan semua sensor lewat sisi balik pada saat informasi data gambar masih terhubung sebagai wafer.
Artinya, data gambar akan terkoneksi melalui wafer sensor gambar sebagai lensa wafer. Kemudian timbunan wafer dipisahkan kepada kamera mikro individual. Fakta lainnya adalah gambar yang diperoleh lebih tajam meski dengan prosedur endoskopi yang kecil. Kini sistem kamera dibuat dengan membaginya berdasarkan ukuran, lensa ditempatkan pada ujung endoskopik dan sensor pada sisi lainnya dengan menggunakan serat fiber. Resolusi yang dimiliki kamera ini mencapai 62.500 piksel dan transmisi informasi gambar melalui kabel elektrik.
Aplikasi ini kabarnya bukan hanya akan digunakan pada dunia medik tapi juga di dunia otomotif. Kamera ini akan menggantikan fungsi kaca spion pada sisi kendaraan.


sumber: http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=2088

Tidak ada komentar:

Posting Komentar